Langsung ke konten utama

Menghargai Kehilangan


Judul: Menghargai Kehilangan
Penulis: Awan Muson
Penerbit: CV Saga Jawadwipa
Tahun Terbit: 2019
Tebal buku: 98 halaman


Buku karya Awan Muson bersampul hitam setebal 98 halaman ini berjudul “Menghargai Kehilangan”. Awan muson adalah nama pena dari seorang pemuda yang sedang menempuh kuliah di Universitas Airlangga. Buku ini menceritakan tentang perjuangan penulis untuk menerima dengan penuh lapang dada sebuah kehilangan. Kehilangan yang dimaksud disini adalah berpisah dengan orang yang dicintai. Sebuah perpisahan yang tidak pernah diduga akan terjadi sebelumnya.

Pada halaman pertama, pembaca akan disuguhkan puisi tentang kisah penulis yang merantau di Surabaya untuk menimba ilmu. Lalu, ketika memasuki bab “Menghargai Kehilangan”, pembaca diberikan puisi-puisi yang akan membuat diri berkata, “Kok sama seperti yang saya rasakan? Apakah ini sebuah kebetulan?”. Semakin akhir halamannya, tulisannya semakin menarik.

Buku ini sangat cocok bagi kalian yang sedang galau atau bingung bagaimana cara menghadapi kehilangan. Selain itu, puisi di buku ini bisa menjadi obat rindu kalian, yang mana ketika membacanya kami akan tersenyum-senyum 😊. .

Bagi kalian yang berminat membaca buku ini, bisa diborong di @awanmuson . Sekian, semoga bermanfaat untuk jiwa-jiwa yang sedang galau &  merindu, Selamat Malam Sabtu😂😂😂 wkwk. Salam Singlelillah hehe

#menghargaikehilangan #bulanpurnama
#rindu #kehilangan #galau #ikhlas #cinta #sabtumalam #sabtumalamminggu #sabtumalamkusendiri #doa #malam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Patah Hati

Patah hati mengajarkan manusia agar lebih menghargai perasaan orang lain. Perasaan yang mencurahkan sebuah ketulusan dalam dirinya. Ketulusan yang dilandasi dengan komitmen dan syarat yang saling disetujui satu sama lain. Komitmen dan syarat hadir agar mereka bisa saling hidup berdampingan seumur hidup walau banyak badai yg akan hadir. Terima kasih luka. Kamu mengajarkanku artinya menghargai sebuah ketulusan cinta seseorang. Melangkah perlahan-lahan walau tertatih. Luka segeralah luruh dari hati Agar kelak tidak menimbulkan benci Terima kasih untukmu juga yg mengajarkanku perbedaan antara ketulusan dan kepalsuan. Terima kasih untukmu juga yg mengajarkanku arti sahabat yang sesungguhnya. Terima kasih juga karena sudah membuat saya, ayah & ibu meneteskan air mata. Semoga kalian bahagia tanpa jeda Surabaya, 27 September 2020 Dezy Zahrotul Istiqomah Nurdin #patahhati #lukahati #komitmen #cintapalsu #sahabat #cinta #ketulusancinta #surabaya #renunganhati #kuat #bukanpuisi...

#1 Project Menyembuhkan Luka & Memaafkan

Beberapa luka batin tak jarang disebabkan oleh orang terdekat, seperti keluarga, teman, atau bahkan sahabat. Entah disebabkan oleh kesalahpahaman atau kurangnya komunikasi. Begitu pula yang terjadi kepada saya sekitar 6 hari yang lalu. Saya terlalu berlarut dalam kesedihan karena telah ditinggalkan oleh seseorang yang pernah berkomitmen untuk menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius. Hal tersebut yang mungkin penyebab terjadinya adanya kesalahpahaman antara saya dengan ayah. Malam itu, saya dan ibu sedang membicarakan dia yang telah menyakiti hati saya, sebut saja si X. Tanpa sadar ayah mendengar cerita kami. Beliau pun langsung menegur ibuku yang terkesan malah menyulut api amarahku kepada si X. Selain itu, ayah pun memarahiku karena terlalu larut dalam kesedihan dan akhir-akhir ini terlalu sering marah. Beliau juga menyalahkan saya atas semua yang terjadi. Padahal saya jelas-jelas tak bersalah, justru perbuatan si X lah yang salah. Hati saya sangat terluka ketika mende...

Rindu dari Anak Perantauan

Bismillah...          Lama tak menulis di blog ini. Rindu untuk menuliskan sesuatu yang bermanfaat. Semoga setelah ini saya bisa istiqomah menuliskan setiap hal yang membawa manfaat bagi orang lain. Entah sebagai pengobat rindu atau pengingat diri. Hari ini, tepatnya selepas waktu sholat maghrib, adikku yang kedua iseng membuka google dengan menuliskan kata "Wartikno". Apa sih Wartikno? Wartikno merupakan sesuatu hal yang spesial bagi kami sekeluarga, karena ia menjadi perantara ayah kami mendapat nafkah bagi keluarga.           Wartikno adalah usaha ayahku di bidang warnet, percetakan dan pengetikan. Alhamdulillah sekitar tahun 2010-2017 kami sangat berjaya di waktu itu, sekarang pun alhamdulillah setidaknya masih bisa untuk makan sehari-hari dan uang saku untukku dan adik-adikku. Tak pernah menyangka bahwa wartikno memiliki kesan di hati bagi beberapa orang yaitu menjadi obat rindu bagi para perantauan. Entah untuk sekedar menyapa ke...