Langsung ke konten utama

#1 Project Menyembuhkan Luka & Memaafkan

Beberapa luka batin tak jarang disebabkan oleh orang terdekat, seperti keluarga, teman, atau bahkan sahabat. Entah disebabkan oleh kesalahpahaman atau kurangnya komunikasi. Begitu pula yang terjadi kepada saya sekitar 6 hari yang lalu. Saya terlalu berlarut dalam kesedihan karena telah ditinggalkan oleh seseorang yang pernah berkomitmen untuk menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius. Hal tersebut yang mungkin penyebab terjadinya adanya kesalahpahaman antara saya dengan ayah.

Malam itu, saya dan ibu sedang membicarakan dia yang telah menyakiti hati saya, sebut saja si X. Tanpa sadar ayah mendengar cerita kami. Beliau pun langsung menegur ibuku yang terkesan malah menyulut api amarahku kepada si X. Selain itu, ayah pun memarahiku karena terlalu larut dalam kesedihan dan akhir-akhir ini terlalu sering marah. Beliau juga menyalahkan saya atas semua yang terjadi. Padahal saya jelas-jelas tak bersalah, justru perbuatan si X lah yang salah.

Hati saya sangat terluka ketika mendengar ucapan ayah malam itu. Memori dahulu pun terpanggil kembali. Hal itu ternyata menjadi stresor bagi luka di masa lalu. Luka apa? Memendam amarah karena menerima ketika disalahkan atau mengalah untuk meminta maaf terlebih dahulu meskipun saya tidak bersalah. Bagi beliau, tidak ada kamu meminta maaf kepada anak, karena orang tua tidak pernah salah. 

Sakit yang begitu dalam, membuat saya menangis dan mengakhiri aktivitas waktu itu. Saya langsung menuju kamar dan menangis diatas tempat tidur. Lalu, terlelap karena lelah menangis. Esoknya, ayah diam dan saya pun takut untuk menyapa. Akhirnya, kami pun tak menyapa selama beberapa hari. Semakin hari, saya menjadi semakin aneh yaitu makan satu hari hanya sekali dan tidak bisa tidur di malam hari. 

Tadi pagi, 1 Juni 2020, tepat sekitar pukul 03.00 WIB ternyata ayah mengirimi saya pesan. 

Pesan itu saya buka sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika membacanya, sontak air mata saya langsung menetes. Tak pernah terbesit dalam pikiran saya bahwa ayah akan meminta maaf terlebih dulu. Kenapa saya menangis? Karena saya tidak pernah menyangka bahwa ayah bisa melawan egonya. Saya pun tak kuat untuk membalas pesan tersebut. 

Akhirnya, saya juga berusaha melawan ego  untuk minta maaf kepada ayah. Setelah beliau selesai sholat dhuhur, saya mendatangi beliau dan meminta maaf. Seperti biasa, ketika meminta maaf kepada ayah selalu diiringi dengan menangis. Saya menangis dalam pelukan ayah dan beliau pun berusahan menguatkan saya.

Saya : "Ayah, Maaf ya", diiringi dengan tangisan.
Ayah : "Iya, sudah gpp. Kuat insya Allah. Ayo kita Garpu Tala ujian ini dan didzikirkan terus ayatnya", beliau memeluk saya sambil berusaha menenangkan tangisan anaknya. (baca : Metode Garpu tala ustadz Nasrullah)
Saya : "Iya", jawab saya.

Seketika luka batin saya luruh bersama tangisan yang mengalir. Karena hal itu, lewat tulisan ini saya berterima kasih kepada ayah & ibu.

Ayah, terima kasih karena pesan ayah tersebut dan pelukan hangat tadi pagi telah meluruhkan semua luka batin saya di masa lalu. Terima kasih karena sudah berusaha memahami diri saya. Terima kasih karena telah menjadi ayah saya. Tak lupa, terima kasih juga kepada ibu, karena tanpanya ayah tidak akan pernah bisa sejauh ini
Hikmah yang dapat diambil :
  • Orang tua tidak selamanya benar, karena dalam prosesnya mereka terus belajar. Oleh karena itu, meminta maaf kepada anak jika bersalah itu tidak ada salahnya. Karena dengan hal itu bisa meluruhkan amarah terpendam dalam hati anak
  • Anak memahami bahwa orang tua juga manusia biasa. Maka anak juga harus menerima orang tuanya dengan penuh pengertian bahwa mereka adalah keluarga yang sedang bertumbuh dan belajar bersama mencari arti kehidupan.
  • Tidak berlarut dalam kesedihan.
  • Berusaha mengalirkan amarah dengan menulis, bersih-bersih rumah, dll.  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Patah Hati

Patah hati mengajarkan manusia agar lebih menghargai perasaan orang lain. Perasaan yang mencurahkan sebuah ketulusan dalam dirinya. Ketulusan yang dilandasi dengan komitmen dan syarat yang saling disetujui satu sama lain. Komitmen dan syarat hadir agar mereka bisa saling hidup berdampingan seumur hidup walau banyak badai yg akan hadir. Terima kasih luka. Kamu mengajarkanku artinya menghargai sebuah ketulusan cinta seseorang. Melangkah perlahan-lahan walau tertatih. Luka segeralah luruh dari hati Agar kelak tidak menimbulkan benci Terima kasih untukmu juga yg mengajarkanku perbedaan antara ketulusan dan kepalsuan. Terima kasih untukmu juga yg mengajarkanku arti sahabat yang sesungguhnya. Terima kasih juga karena sudah membuat saya, ayah & ibu meneteskan air mata. Semoga kalian bahagia tanpa jeda Surabaya, 27 September 2020 Dezy Zahrotul Istiqomah Nurdin #patahhati #lukahati #komitmen #cintapalsu #sahabat #cinta #ketulusancinta #surabaya #renunganhati #kuat #bukanpuisi...

Buku "Heal Yourself" - Novie Ocktaviane Mufti

Judul Buku : Heal Yourself Penulis : Novie Ocktaviane Mufti Penerbit : CV. IDS Tebal buku : XVII + 268 Buku "Heal Yourself" ini membantu kamu untuk berdamai dengan luka & memberi pemahaman pada setiap masalah dari sisi psikologi Islam. Bahasa yg ringan dan mudah dipahami akan memudahkan pembaca menerapkannya dlm proses penyembuhan luka. Buku ini bisa menjadi teman berjuangmu untuk menyembuhkan luka 🤗. Setelah membaca buku ini, jadi merasa bahwa masih ada orang yg memahami perasaan & membaca sudut pandang pemikiran saya. Sehingga saya menjadi lebih percaya diri untuk segera bangkit dari luka. Tulisan yang paling membekas di hati saya ada di halaman 133 sampai 141. Selain itu, penulis juga menjelaskan setiap persoalan & emosi dari segi psikologi Islam. Hal itu semakin menambah wawasan saya ttg psikologi Islam. Oh iya, penulis juga memberikan tips untuk berdamai dengan luka lho🤗 Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca agar kita bisa memahami s...